24/07/09

SELAMAT TINGGAL PENDIDIKAN ACEH

Aceh baru yang penuh dengan persaingan global disemua aspek, secara sosial akan berdampak serius terhadap normalitas sosial kemasyarakatan, terutama di bidang ekonomi dan pendidikan. Keterbukaan Aceh menghadapi era baru kedepan ini, Apabila tidak disikapi secara bijak dan memandirikan masyarakat untuk bisa menjadi subjek atau pelaku dalam persaingan tersebut, maka berindikasi buruk terhadap realitas sosial kemasyarakatan di masa yang akan datang. Jika kondisi ini terus dibiarkan mka hadih maja yang tak asing lagi bagi Rakyat Aceh, yaitu BUYA KRUENG TAHO TEUDONG-DONG, BUYA TAMONG MEURASEUKI akan terus menjadi mimpi buruk rakyat Aceh. Sepatutnya hadih maja tersebut sudah harus dirubah menjadi “MENYO BUYA KRUENG KACARONG-CARONG, TROH BUYA TAMONG JAK BA RASEUKI’, hadih maja ini baru dapat berlaku jika seluruh elemen Rakyat Aceh sudah memiliki kesadaran yang kokoh terhadap pentingnya pendidikan.

Disatu sisi, bahwa Konflik vertikal antara RI dengan GAM yang berlangsung lebih kurang 30 tahun telah mengharuskan pemerintah disaat damai untuk mencanangkan dan menjalankan program yang bersifat membangun secara serius dan berkelanjutan baik secara fisik maupun mental masyarakat Aceh. Kesadaran pentingnya pendidikan misalnya masih sangat rendah dikalangan masyarakat Aceh, hal ini tidak lepas dari kemiskinan dan rendah nya ekonomi masyarakat gampong saat ini.

Secara umum masyarakat Aceh masih mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, hal ini merupakan bukti nyata dari rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Aceh, sehingga isue-isue sektoral yang dibangun oleh elit politik begitu mudah diterima rakyat Aceh, tanpa analisis dan terlewatkan dari proses mendialogkan (taken for granded). Berkembangnya isue Aceh Lauser Antara (ALA) – Aceh Barat Selatan (ABAS), dan isue ajaran sesat merupakan contoh nyata bahwa masyarakat Aceh masih latah dalam menyikapi berbagai fenomena sosial sebagai konsekuensi logis dari rendahnya kualitas pendidikan yang dimilik Rakyat Aceh dewasa ini.

Sebagai bagian dari upaya membangun sikap kritis dalam menyikapi fenomena sosial serta mempercepat akselerasi pembangunan dari arus bawah, kami menilai penting dan mendasar untuk membangun kesadaran masyarakat melalui motivasi kesadaran dan maindset rakyat aceh tentang penting pendidikan sebagai sumber investasi yang paling substansi dalam meningkatkan taraf kesejahteraan (wealfare).